Dalam filsafat Aristoteles dijelaskan bahwa "berpikir" merupakan essensi
manusia. Pikiran manusia itu diwujudkan dalam bentuk susunan kata-kata. Tidak
ada makhluk lain yang dapat berbicara menggunakan kata-kata seperti manusia.
Binatang-binatang berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan isyarat berupa
gerak tubuh atau bunyi. Gerak tubuh dan bunyi tersebut tidak membentuk kata
serta tidak dapat digunakan untuk memberi nama sesuatu.
Contohnya dapat dilihat pada perilaku kucing ketika ia memanggil anak-anaknya.
Saya mengamati, ketika induk kucing menangkap seekor tikus, induk kucing
tersebut mengeong dengan nada memanggil anak-anaknya. Anak-anaknya berlarian
mendekati induk kucing. Dengan nada panggilan itu, anak-anak kucing mengerti
bahwa induknya memanggil untuk makan. Ini menunjukan kemampuan kucing
berkomunikasi menggunakan bunyi.
Tetapi bukti bahwa bunyi itu bukanlah kata, adalah induk kucing tersebut tidak
dapat membuat bunyi yang membedakan panggilan masing-masing anak kucing. Dengan
kata lain induk kucing tidak dapat memberi nama pada masing-masing anaknya. Dia
hanya mengenali anaknya dari aroma, dari bentuk, dan dari gerak-gerik, bukan
dari nama. Kemampuan menamai sesuatu, hanya dimiliki oleh makhluk yang disebut
"manusia".
Kata dan Nama adalah dua hal yang identik. Dengan menamai segala sesuatu, maka
wujudlah kata-kata. Dan dengan kata-kata itu manusia dapat mengisahkan perbedaan
nama-nama. Manusia bisa bercerita tentang masa lalu ataupun masa depan. Apakah
hal itu dapat dilakukan oleh binatang seperti semut ?
Kita dapat melihat semut satu sama lain saling bertukar informasi tentang di
mana mereka menemukan makanan. Namun informasi itu disampaikan satu sama lain
tidak melalui kata, melainkan melalui aroma atau rasa. Semut atau binatang
lainnya dapat memberikan suatu informasi kepada teman-temannya, namun tidak
dapat berkisah. Mereka memilik ingatan tentang masa lalu, tapi tidak dapat
menceritakannya. Tetapi manusia melalui kata-kata dapat mengungkapkan sebuah
kisah dari apa yang diingatnya dari masa lalu.
Seekor ular yang dipukul, akan mengingat terus wajah orang yang memukulnya
hingga bertahun-tahun kemudian. Tapi tidak ada ular yang bercerita pada
temannya, bahwa semingu lalu dia pernah dipukul orang. Ini menunjukan bahwa
binatang tidak memiliki perangkat untuk mengisahkan sesuatu, yaitu
"Kata-kata".
Kemampuan berkata-kata yang membuat manusia memiliki keunggulan dari
makhluk-makhluk lain, juga kemmpuan itu dapat membuat manusia menjadi lebih
rendah dari makhluk lain. Karena melalui kata-kata manusia dapat melakukan
sesuatu yang lebih kejam dari pembunuhan, yaitu fitnah, bohong dan hasut. Hewan,
karena tidak memiliki kemampuan berbicara, tidak dapat melakukan hal-hal jahat
seperti yang dilakukan oleh manusia itu. Tidak ada seekor banteng yang dapat
melakukan sebuah konspirasi politik, tidak ada monyet yang menyebarkan berita
hoax, serta tidak ada seekor kucing yang menghasut teman-temannya. Karena
kemampuan berkata-kata itu, manusia memiliki potensi untuk lebih unggul
dari binatang dan juga potensi untuk menjadi lebih rendah darinya.
Ada binatang yang mampu mengelabui mangsanya, berpura-pura menjadi pohon dengan
mengubah warna kulitnya serupa dengan warna pohon, contohnya bunglon. Apakah ini
artinya bunglon bisa berdusta ? Tidak. Jika manusia menyamar, dia sadar bahwa
dia sedang membohongi orang lain. Tidak ada kesadaran semacam itu pada binatang
seperti bunglon, mereka tidak menyadari adanya kepalsuan, karena memang bukan
kepalsuan. Amati perubahan warna pada bunglon itu, tidak bergantung pada mangsa.
Jika dia berada di antara dedaunan hijau, maka tubuhnya menjadi hijau tidak
peduli apakah ada mangsa atau tidak. Jadi perubahan warna itu sudah meruapakan
tabiat bunglon berdasarkan warna dominan di sekitarnya, bukan untuk membohongi
siapapun.
Minggu, 05 Januari 2020
Syarat membangun masyarakat
Opini,......... Dalam rangka mewujudkan perubahan, pembagunan, dan kemajuan desa itu tidak sulit tpi tdk bisa dikatakn mudah,, ada 3 komponen dasar dlm mewujudkan itu, pertama leadership, kedua sistem, ketiga konstituen/msyrkt,mari kita bahas satu-satu... 1.Leadership, atau yg lbh populer disebut kepemimpinan, ini penting krn sebuah sistem dan masyrkt jika tdk di managerial oleh leader yg baik maka akan tak berarti,sipat pemimpin yg baik, menurut Alkur'an, lemah lembut, pemaaf,sll mhnkan ampunan robbnya, suka bermusyawarah dlm sgla urusan, konsisten, dan berserah diri pada robbnya, seorang leader hrs mampu menunjukan kemampuan dalam mengatur sistem, berwawasan kedepan, universal, serta berinisiatif untuk melakukan gerakan pundamental, dia hrs bersinergi dg berbagai kalangan, tegas dan berani mengambil keputusan sekalipun tdk populer, selama itu diyakini benar dan tepat untuk dilakukan. Pemimpin yg hebat mampu mengayomi, memotivasi,bahkan memberi solusi.
2.Sistem, sebenarnya ini tdk asing ditelinga kita. Sistem yg baik akan mampu membawa pemimpin dan masyarakat ke era sebuah peradaban yg unggul dan bermartabat, minimal ada 2 sistem yg ada dan berpengaruh kuat di masyarakat, pertama sistem formal normatif ini mengikat karena menyangkut aspek yuridis,yg bersipat mengatur, melarang dan memberikan sangsi berupa hukuman sesuai dg aspek yuridisnya,dlm hal ini kita mengenal sistem perundangan, misal, UUD, UU, PERPU, PP, PERDA,dan peraturan" Dibawahnya, kedua sistem adat /kearipan lokal, kebiasaan masyarakat yg berwujud karakter dan sifat2 mulia yg terjaga , walaupun tdk tertulis tetapi sistem ini mengikat karena akan berwujud empati dan kepedulian antar sesama, pelanggarnya akan dapat sangsi sosial dan secara moral dicap orang tdk baik dikalangan msyrkt tersebut.dlm pada itu sebagai umat beragama kita juga mengenal sistem dan aturan beragama, bagaimana agama yg sempurna mengatur segala aspek kehidupan, untuk selamat dunia dan akherat,
3.Masyarakat, (ro'iyah/rakyat/WN) ini adalah obyek dari komponen dasar dari leader dan sistem sekaligus subyek karena pemimpin dan sistem itu lahir dari rakyat dan untuk kepentingan rakyat sehingga dlm sistem kedaulatan rakyat, rakyatlah pemegang kedaulatan itu, tetapi masyarakat baik secara individu maupun kelompok tdk bisa memaksakan kehendaknya kita ingat bahwa ada sistem yg dibuat sebagai dasar kita membangun dan melakukan perubahan untuk kemajuan. Rakyat memiliki hak dan kewajiban yg sdh diatur dlm sistem, dlm menuntut hak juga mestinya kita melihat secara terukur dan berimbang sesuai dg SDM yg dimiliki dan secara trs menerus sistem dan pemimpin harus berusaha dan bertanggung jawab dalam melakukan upaya"peningkatan SDM demi kesejahteraan masyarakat secara universal... Pen. 😁😁😁😎😎😎
2.Sistem, sebenarnya ini tdk asing ditelinga kita. Sistem yg baik akan mampu membawa pemimpin dan masyarakat ke era sebuah peradaban yg unggul dan bermartabat, minimal ada 2 sistem yg ada dan berpengaruh kuat di masyarakat, pertama sistem formal normatif ini mengikat karena menyangkut aspek yuridis,yg bersipat mengatur, melarang dan memberikan sangsi berupa hukuman sesuai dg aspek yuridisnya,dlm hal ini kita mengenal sistem perundangan, misal, UUD, UU, PERPU, PP, PERDA,dan peraturan" Dibawahnya, kedua sistem adat /kearipan lokal, kebiasaan masyarakat yg berwujud karakter dan sifat2 mulia yg terjaga , walaupun tdk tertulis tetapi sistem ini mengikat karena akan berwujud empati dan kepedulian antar sesama, pelanggarnya akan dapat sangsi sosial dan secara moral dicap orang tdk baik dikalangan msyrkt tersebut.dlm pada itu sebagai umat beragama kita juga mengenal sistem dan aturan beragama, bagaimana agama yg sempurna mengatur segala aspek kehidupan, untuk selamat dunia dan akherat,
3.Masyarakat, (ro'iyah/rakyat/WN) ini adalah obyek dari komponen dasar dari leader dan sistem sekaligus subyek karena pemimpin dan sistem itu lahir dari rakyat dan untuk kepentingan rakyat sehingga dlm sistem kedaulatan rakyat, rakyatlah pemegang kedaulatan itu, tetapi masyarakat baik secara individu maupun kelompok tdk bisa memaksakan kehendaknya kita ingat bahwa ada sistem yg dibuat sebagai dasar kita membangun dan melakukan perubahan untuk kemajuan. Rakyat memiliki hak dan kewajiban yg sdh diatur dlm sistem, dlm menuntut hak juga mestinya kita melihat secara terukur dan berimbang sesuai dg SDM yg dimiliki dan secara trs menerus sistem dan pemimpin harus berusaha dan bertanggung jawab dalam melakukan upaya"peningkatan SDM demi kesejahteraan masyarakat secara universal... Pen. 😁😁😁😎😎😎
Sabtu, 04 Januari 2020
Senin, 30 Desember 2019
Kreativitas
Memahami Lebih Dalam Tentang Apa Itu Kreativitas?
Memahami Lebih Dalam Tentang Apa Itu Kreativitas?Apa Itu
Kreativitas? Kreativitas mungkin merupakan salah satu hal yang menjadi tolak
ukur dari keberhasilan seseorang. Kreativitas adalah hal yang harus dimiliki
seseorang agar ia dapat berkembang dan menghasilkan sesuatu yang berguna.
Anda pun mungkin seringkali menggunakan istilah kreativitas
tersebut di berbagai aspek kehidupan. Namun sebenarnya, apa itu kreativitas,
dan bagaimana kreativitas bisa mempengaruhi kehidupan anda? Yuk simak
penjelasannya lebih lanjut.
Apa itu Kreativitas?
Terdapat banyak definisi mengenai kreativitas dari berbagai
tokoh dan juga pandangan ahli. Berikut ini adalah beberapa definisi dan
pengertian mengenai apa itu kreativitas menurut beberapa tokoh dan ahli:
Wahyudin (2007) mengatakan bahwa kreativitas merupakan suatu
kegiatan yang bermakna dan bermanfaat tidak hanya dirasakan oleh orang yang
bersangkutan tapi juga oleh lingkungan masyarakat. Kreativitas diperlukan dalam
meningkatkan kualitas hidup manusia karena kreativitaslah yang memungkinkan
perkembangan ilmu, teknologi dan seni.
Menurut Munandar (2002), kreativitas adalah kemampuan untuk
membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi atau unsur-unsur yang ada.
Biasanya, orang mengartikan kreativitas sebagai daya cipta, sebagai kemampuan
untuk menciptakan hal-hal baru.
Tokoh lainnya bernama Hurlock (2002), mengatakan bahwa
kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi, produk,
atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru dan sebelumnya tidak dikenal
pembuatnya. Kreativitas mungkin mencakup pembentukan pola baru dan gabungan
informasi yang diperolah dari pengalaman sebelumnya dan pencangkokkan hubungan
lama ke situasi baru dan mungkin mencakup pembentukan korelasi baru.
Bagaimana Kreativitas Dapat Mempengaruhi Kehidupan Kita?
Nah, setelah anda memahami dan mengetahui apa itu
kreativitas, maka anda akan memahami, bahwa secara langsung maupun tidak
langsung, kreativitas ternyata memiliki peran yang sangat penting dalam
kehidupan kita bukan? Hal ini disebabkan karena kreativitas akan selalu
memunculkan sebuah produk atau output, atau hasil dari sesuatu yang kita
pikirkan. Berikut ini adalah beberapa hal yang membuat kreativitas dapat
mempengaruhi hidup kita :
Kreativitas dalam
memecahkan masalah atau problem solving
Salah satu pengaruh besar kreativitas dalam hidup adalah
dalam hal problem solving, alias pemecahan masalah. Untuk bisa memecahkan suatu
masalah, dibutuhkan kreativitas yang baik, supaya anda bisa menemukan jalan
keluar terbaik dari masalah yang anda hadapi.
Membuat anda bisa
membuat sesuatu
Kreativitas akan membuat sebuah output tertentu, atau bisa
dibilang hasil. Para pengrajin, tidak akan bisa membuat sesuatu tanpa adanya
kreativitas. Hal ini terlihat dari beberapa penelitian, yang menunjukkan bahwa
orang yang kreatif cenderung lebih mudah untuk membuat sesuatu lebih baik
dibandingkan orang yang tidak kreatif.
Sangat membantu
dalam hal pengasuhan terhadap anak
Bagi anda yang sudah berkeluarga dan memiliki anak,
pernahkah anda merasa pusing dalam mendidik dan mengasuh anak anda? Kreativitas
akan berperan penting dalam pengasuhan anak. Misalnya anak anda sulit makan,
memarahi anak yang sulit makan bukanlah solusi yang tepat. Anda harus mampu
mencari jalan kreatif yang membuat si anak mau untuk makan.
kreativitas
Hal-Hal yang Dapat Mempengaruhi Kreativitas
Ini Dia Hal-Hal yang Dapat Mempengaruhi
KreativitasKreativitas merupakan salah satu hal yang banyak diperbincangkan,
dan banyak dibutuhkan, terutama dalam memecahkan masalah dan juga dalam
kehidupan sehari-hari. Namun demikian, mungkin masih banyak orang yang memiliki
kreativitas yang kurang. penting sekali untuk mengetahui Hal yang Dapat
Mempengaruhi Kreativitas.
Nah, sebetulnya, apa sih hal-hal yang dapat mempengaruhi
kreativitas? Sebenarnya, kreativitas itu sudah ada di dalam diri masing-masing
individu, hanya saja terdapat beberapa aspek dari kreativitas yang mungkin
kurang dari individu tersebut, sehingga membuat kreativitas setiap orang
berbeda-beda. Baca juga artikel sebelumnya Memahami Lebih Dalam Tentang Apa Itu
Kreativitas?
Nah, hal-hal yang dapat mempengaruhi kreativitas itu apa
saja sih? Berikut ini adalah beberapa aspek dari kreativitas, yang juga bisa
menjadi hal yang dapat mempengaruhi kreativitas menurut Priyadharma (2001) :
Hal Yang Dapat Mempengaruhi Kreativitas
Percaya diri
Hal yang dapat mempengaruhi kreativitas yang pertama adalah
kepercayaan diri. Percaya diri merupakan suatu kondisi dimana seseorang merasa
yakin dan percaya akan dirinya sendiri dalam melakukan suatu hal. Banyak tokoh
mengatakan bahwa percaya diri adalah salah satu hal yang dibutuhkan untuk
memunculkan kreativitas, dimana mereka yang memiliki percaya diri tinggi, maka
akan memiliki kreativitas yang juga tinggi.
Integritas
Apa itu integritas? Secara teoritis, integritas adalah watak
seseorang yang selalu konsekuen dan konsisten dengan apa yang dikatakan, dianut
seseorang sehingga orang tersebut mempunyai nilai tersendiri, paling tidak
menjadi orang yang dapat dipercaya. Tokoh lain mengatakan bahwa integritas
adalah suatu kesadaran terpadu yang mendalam atas proses yang pernah dialami.
Secara garis besar, integritas merupakan suatu keajegan dan
kestabilan seseorang dalam memegang teguh keputusan, keadaan, aturan, dan
sebagainya dan menerapkannya dalam kehidupan.
Nah, mereka yang memiliki integritas tinggi biasanya akan
sangat kreatif, karena memang fokus permasalahan atau situasi yang dihadapi.
Hal ini akan membuat mereka menjadi lebih kreatif dan fokus dalam menangani
masalah atau situasi tersebut.
Kasih Sayang
Kasih sayang merupakan suatu hal yang bisa memunculkan
kreativitas. Mereka yang mendapatkan kasih sayang lebih akan selalu memunculkan
emosi-emosi positif yang tentu saja akan sangat baik untuk memunculkan
kreativitas. Karena itu, mereka yang cenderung mengalami kekurangan kasih
sayang, akan sulit untuk menjadi individu yang lebih kreatif.
Intuisi
Intuisi adalah insting, kata hati, suara hati, dan juga jati
diri yang berhubungan dengan daya visualisasi yang kreatif. Mereka yang
merupakan tipe orang dengan kepribadian yang intuitif, alias memiliki intuisi
yang baik akan lebih kreatif dibandingkan dengan mereka yang lebih banyak
mendengar perkataan orang lain. Dengan intuisi ini, seseorang akan menjadi
lebih kreatif dengan mendengarkan kata hatinya sendiri, tanpa harus terpengaruh
oleh perkataan orang lain.
psikologi
Apa Itu Persahabatan? Pandangan Persahabatan dalam Psikologi
Apa Itu Persahabatan? Pandangan Persahabatan dalam
PsikologiPasti anda sudah sering sekali mendengar istilah persahabatan yang
satu ini. Banyak yang masih belum mengerti sebenarnya, apa itu persahabatan.
Banyak yang telah mengatakan bahwasanya persahabatan tersebut merupakan sebuah
kondisi yang jauh lebih kompleks dan juga lebih erat dibandingkan pertemanan
biasa.
Namun demikian, ternyata ilmu psikologi juga memiliki
pandangan tersendiri mengenai apa itu persahabatan. Simak penjelasan di bawah
ini untuk lebih memahami dan mengerti tentang apa itu persahabatan dalam
perspektif psikologi.
Apa itu Persahabatan?
Ada banyak tokoh dan juga pendapat dari ilmu psikologi
mengenai apa itu persahabatan. Persahabatan adalah hubungan dimana dua orang
menghabiskan waktu bersama, berinteraksi di berbagai situasi, dan juga
menyediakan dukungan emosional. (Baron & Bryne, 2006).
Sedangkan Rawlins
(dalam Tillman-Healy, 2003) mengatakan sahabat sebagai seorang teman dekat,
yaitu seseorang untuk berbicara, untuk bergantung, dan menyandarkan diri untuk
mendapatkan pertolongan, dukungan, dan juga suatu kepedulian, hingga
bersenang-senang dalam melakukan sesuatu
Menurut ahli Shaffer (2005), menyatakan bahwa persahabatan
diartikan sebagai sebuah hubungan yang kuat dan bertahan lama antara dua
individu yang dikarakteristikkan dengan kesetiaan, kekariban, dan saling
menyayangi.
Menurut Santrock (2002), Persahabatan adalah suatu bentuk
hubungan yang dekat yang akan melibatkan suatu kesenangan, percaya, penerimaan,
respek, saling membantu, menceritakan sebuah rahasia, pengertian, dan juga
spontanitas.
Nah, ternyata banyak juga tokoh psikologi yang
mendefinisikan arti mengenai apa itu persahabatan. Dari beberapa definisi tokoh
tersebut, anda sudah bisa menyimpulkan bukan, sebenarnya apa itu persahabatan?
Pada intinya persahabatan adalah suatu hubungan yang sangat
dekat, yang memiliki banyak unsur kelekatan antara masing-masing individu
dengan individu lainnya.
Perkembangan dari Hubungan Persahabatan
Ternyata, hubungan persahabatan yang sudah pernah anda jalin
dan anda alami selama ini mengalami perkembangan, mulai dari anda menginjak
usia anak-anak hingga saat ini. berikut ini adalah beberapa tahap perkembangan
dari hubungan persahabatan yang dialami oleh anak-anak hingga saat ini :
Usia di bawah 8
tahun
Pada saat berada di rentang usia anak-anak, tepatnya di
bawah 8 tahun, prinsip utama dari persahabatan bagi anak-anak adalah bagaimana
bisa saling berinteraksi dengan anak-anak yang memiliki aktivitas yang sama.
Misalnya seperti bermain bersama, hobi yang sama, dan sebagainya.
8 – 10 tahun
Pada rentang usia ini, anak-anak sudah sedikit lebih
berkembang dalam menjalin persahabatan dan juga pertemanan. Anak-anak sudah
mulai mampu melihat peran dari anak-anak lain. mereka sudah mulai mampu untuk
mendefinisikan mana anak-anak yang memiliki kesamaan secara psikologis, bisa
dipercaya, setia, kooperatif, dan juga baik kepada dirinya, tidak hanya melihat
dari kesamaan aktivitas saja.
Usia remaja
Pada usia remaja, yang ditekankan adalah bagaimana kesetiaan
mereka dalam persahabatan. Mereka percaya bahwa yang namanya teman dan sahabat
harus membela satu sama lain dan teman tidak boleh menipu atau meninggalkan
satu sama lain. Penekanan pada kesetiaan dalam persahabatan remaja nampaknya
juga sejalan dengan penekanan pada keakraban dimana jika teman tidak setia,
remaja merasa takut akan terhina karena pemikiran dan perasaan karib mereka
akan diketahui oleh banyak orang.
Munculnya keakraban dalam persahabatan remaja menunjukkan
bahwa teman adalah sumber dari dukungan sosial dan emosi (Kail & Cavanaugh,
2000)
Setelah masa remaja, biasanya hubungan persahabatan tidak
berkembang lebih jauh lagi dibandingkan dengan masa remaja. Banyak hubungan
persahabatan di masa remaja yang berlanjut hingga masa dewasa, bahkan tua.
Langganan:
Postingan (Atom)