Jumat, 16 Juli 2021

Golongan darah beresiko

 

Golongan Darah yang Dianggap Bisa Meningkatkan Risiko Diabetes

1. Menurut sebuah studi pada 2020 yang diterbitkan dalam International Journal of Chronic Disease, kelompok masyarakat yang trediri dari 424 orang, golongan darah O dikaitkan dengan penuruan risiko diabetes tipe 2, sedangkan golongan darah B dikaitkan dengan peningkatan risiko

2. Menurut studi lainnya dalam Journal Public Health Genomics ketika meneliti 740 partisipan, ditemuka bahwa golongan darah A memiliki risiko tinggi terkena diabetes tipe 2.

3. Dalam studi yang diterbitkan dalam International Journal of Hermatology and Blood Disorders pada tahun 2017 dari Pakistan yang meneliti 2.258 mahasiswa, kelompok partisipan dengan golongan darah B memungkinknan untuk mengembangkan diabetes dengan golongan darah lainnya.

Kamis, 15 Juli 2021

PENGGUNAAN BAHASA DALAM MEDIA MASSA SEKOLAH

 PENGGUNAAN BAHASA DALAM MEDIA MASSA SEKOLAH

     Kehidupan sosial dapat berjalan dengan lancar apabila didukung adanya keselarasan maksud dan penerimaan dari pihak pembicara maupun penerima. Seperti halnya dalam kehidupan sosial bermasyarakat, pentingnya menggunakan bahasa yang baik dan benar sangat mempengaruhi terjadiya komunikasi yang baik. Perantara manusia yang dijadikan sebagai media penyampaian pesan adalah dengan menggunakan bahasa. Bahasa itu sendiri merupakan alat yang memudahkan manusia dalam menyampaikan atau mengutarakan sebuah pesan maupun informasi dari seseorang ke orang yang dituju.

    Menurut Chaer, Abdul (2012:31) Bahasa merupakan Alat komunikasi. Bahasa merupakan sebuah lambang bunyi yang tersusun atas beberapa komponen yang kemudian digabungkan secara tetap dan diatur dalam kaidah bahasa. Unsur pembentuk sebuah bahasa adalah adanya kata atau kalimat, gerakan tubuh dan isyarat, adanya pesan atau informasi yang disampaikan adanya penutur dan penerima tutur. Apabila unsur pembentuk bahasa bisa digunakan sesuai kaidah bahasa yang ada maka pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

   Menurut KBBI (2017) menyebutkan bahwa Bahasa sebagai lambang bunyi yang arbitrer yang bisa digunakan oleh masyarakat untuk berinteraksi dan bekerjasama dalam berbagai bidang, dan mengidentifikasi diri, percakapan yang baik, tingkah laku yang baik dan sopan santun. Sedangkan menurut alek dan achmad H.P (Ahmad dan Hendri, 2015:1) menyatakan bahwa bahasa adalah lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi dan mengidentifikasi diri. Sehinga dalam prakteknya, Bahasa dapat diartikan sebagai lambang bunyi yang digunakan oleh manusia sebagai alat untuk berkomunikasi atau menyampaikan suatu informasi dari satu pihak ke pihak lain dengan tujuan untuk mendapatkan kerja sama yang baik, komunikasi yang terjalin baik, dan juga bermanfaat untuk mengidentifikasi diri sendiri.

     Penggunaan Bahasa ini dibagi menjadi beberapa bagian-bagian dari bahasa itu sendiri. Adapun bahasa dapat diartikan bahwa Bahasa itu sistematis, bahasa merupakan sistem lambang, Bahasa adalah sebuah sistem bunyi, Bahasa itu bermakna, Bahasa itu Arbitrer, bervariasi dan beragam bentuknya. Walaupun memiliki perannya masing-masing, bahasa tetaplah satu yaitu sebuah alat untuk berkomunikasi.

   Seiring berkembangnya waktu, terutama dalam era globalisasi ini perkembangan bahasa semakin maju. Apalagi perkembangan itu didukung juga dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat. Awal tahun 2021 ini, peran teknologi terutama media massa baik Online maupun cetak sangat berperan. Hal itu dikarenakan terjadinya pandemi yang cukup paran dan berlangsung sejak Maret 2020, pandemi ini memberikan dampak yang cukup parah bagi segala sektor bahkan bukan hanya sektor kesehatan, akan tetapi sektor pendidikan juga tidak luput ikut terkena imbasnya.

      Proses KBM atau Kegiatan Belajar Mengajar tidak lagi bisa dilaksanakan secara maksimal bahkan memberikan banyak peluang menurunnya pemahaman siswa terhadap ilmu yang biasanya disampaikan secara tatap muka di sekolah. Demikian juga membuat tingkat minat belajar menjadi berkurang diakibatkan godaan yang ada di lingkungan belajar siswa kurang mendukung, karena siswa hanya bisa mengikuti proses pembelajaran dengan sistem Online atau Daring.

       Berdasarkan hasil interview dan beberapa tayangan berita televisi terkait respon wali murid dengan diberlakukannya sistem Daring ini membuat sebagian besar wali murid kecewa, dimana siswa menjadi sulit untuk dikendali supaya belajar, aktivitas orang tua harus dibagi dan berbagai keluhan lainnya, meskipun ada dampak positifnya juga dengan sistem pembelajaran seperti ini salah satunya adalah membuat hubungan wali murid dengan murid semakin dekat, orang tua siswa jadi memiliki waktu untuk melihat perkembangan anaknya dan karakter asli dari anaknya. 

     Pelaksaan pembelajaran secara Daring atau Online juga memberikan PR yang cukup besar bagi pihak sekolah dalam memberikan pelayanan pembelajaran yang maksimal untuk siswa-siswanya. Sehingga salah satu langkah yang bisa diambil oleh pihak sekolah adalah dengan memanfaatkan media massa sebagai media dalam penyampaian materi pelajaran yang akan diajarkan kepada siswa.


Hubungan Media Massa di Sekolah

       Media Massa merupakan sarana dalam komunikasi yang dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian pesan atau informasi yang ditujukan untuk di sebar luaskan ke khalayak umum (kepada orang banyak) dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Karakteristik yang dimiliki oleh media massa yaitu bersiat publikasi, memiliki karangan yang khas, bersifat periodisasi, aktual dan bersifat kontinuitas. Media massa itu sendiri terdapat dua jenis media, yaitu media massa elektronik dan media massa cetak.

      Media massa elektronik merupakan media massa yang memanfaatkan teknologi melalui perantara gambar, tulisan maupun Audio-Video yang disebarkan melalui media online seperti TV, media sosial, radio dan alat elektronik lainnya. Sedangkan media massa cetak merupakan media penyampaian informasi atau pesan yang memanfaatkan media kertas atau cetak seperti koran, majalah dan media cetak lainnya. Isi dari media massa ini bisa berupa karangan khas, berita akurat maupun opini seseorang terhadap suatu topik atau isu.

     Media massa juga bukan hanya berperan didalam lingkup sosial masyarakat, tetapi juga memiliki peranan yang penting dalam dunia pendidikan. Media massa ini cukup ikut andil dalam proses kegiatan belajar mengajar, yaitu media massa baik cetak maupun elektronik mampu dijadikan sebagai media dalam memberikan materi pembelajaran yang bisa dibaca atau dipelajari oleh siswa meskipun tidak berada dalam proses KBM atau bisa dilakukan di rumah mereka masing-masing, sebagai contoh media massa yang digunakan dalam KBM adalah adanya buku paket pembelajara, Lembar Kerja Siswa (LKS), pemanfaatan media sosial elektronik seperti whatsapp, youtube, dan web internet yang menyuguhkan berbagai informasi yang bisa dijadikan bahan referensi dalam belajar mereka.

     Tentunya sebagai seorang pendidik kita tidak bisa memberikan kebebasan begitu saja kepada siswa untuk mengambil berbagai materi atau teori dari media massa tersebut, sebaiknya sebagai seorang guru harus tetap memberikan arahan bagaimana cara untuk siswa dapat menyaring segala informasi yang mereka serap dari berbagai informasi yang mereka baca dalam berbagai media massa tersebut. Hendaknya pihak sekolah lebih jeli dalam mengambil buku paket atau Lembar Kerja Siswa (Lks) agar bisa disesuaikan dengan materi atau teori yang dibutuhkan siswa, dan terkait media massa yang sifatnya Elektronik hendaknya guru memberikan bekal atau bimbingan setiap saat terkait pemilihan bahasa yang baik dalam menyampaikan teori atau materi dalam proses pembelajaran yang dilakukan secara Daring. 

      Media massa itu sendiri, merupakan salah satu indikator keberhasilan sebuah negara baik dari sektor sosial, hukum maupun pendidikan. Apabila media massa yang digunakan dalam dunia pendidikan sudah baik atau bisa dikatakan sempurna maka nilai pendidikan di suatu negara juga akan dikenal maju atau baik. Oleh karena itu hubungan yang tejalin antara peran media massa di lingkup sekolah adalah suatu jalinan yang tidak bisa dipisahkan karena memiliki hubungan timbal balik yang cukup baik untuk keduanya.


Penggunaan bahasa dalam Media Massa Lingkup Sekolah

      Semakin berkembangnya zaman seperti era globalisasi saat ini, teknologi yang diciptakan manusia juga semakin berkembang dan canggih. Peran media massa pun ikut terkena dampaknya, salah satunya dari sektor pendidikan. Dalam dunia pendidikan tentunya ada batasan-batasan bahasa yang harus diperhatikan dari penggunaan informasi atau pesan yang disebarkan melalui media massa tadi.

      Pada era tahun 2021 ini, terutama setelah adanya pandemi Covid 19 membuat peran media massa menjadi sangat agresif dan bahkan hampir tidak terkontrol karena didukung oleh teknologi yang semakin maju maka berita yang diperoleh oleh masyarakat pun semakin mudah untuk diakses. Disinilah peran seorang guru harus bisa memberikan arahan terhadap siswa-siswanya untuk memperhatikan dan membaca dengan teliti dari informasi yang mereka baca, salah satunya dengan melihat bahasa yang digunakan dalam media massa tersebut.

     Sebagai contoh bisa kita ambil media massa dengan jenis elektronik yaitu dengan memanfaatkan media sosial yang ada dan didukung oleh akses internet yang lebih mudah didapat. Pada saat ini, media elektronik lebih digemari dibandingkan dengan media massa jenis cetak. Hal itu dikarenakan tingkat minat masyarakat pada saat ini lebih menggemari media online pada gadget mereka dibandingkan dengan membacanya di media cetak seperti koran.

     Akan tetapi dalam prakteknya, media massa elektronik atau informasi yang disampaikan dalam media massa tersebut akan lebih berpeluang kurang akurat dibandingkan dengan memakai media massa cetak. Kurangnya tingkat akurat dalam sebuah informasi di media massa elektronik disebabkan oleh mudahnya keluar masuk informasi yang di unggah dalam media massa tersebut. Terkadang didapatkan informasi atau pesan yang hoax atau bukan sebenarnya dengan mudah menyebar dan disebarkan dengan luas oleh orang-orang yang minim pemahamannya. Salah satunya adalah informasi yang disajikan dengan menggunakan bahasa yang mengandung unsur ujaran kebencian, teror, bullying, dan lain sebagainya.

     Apabila penggunaan bahasa yang seperti itu digunakan dalam media massa di lingkup pendidikan maka akan mengakibatkan dampak negatif yang cukup fatal, karena bisa mempengaruhi pola pikir dan karakter siswa. Oleh karena itu, sebagai seorang pendidikan hendaknya memberikan arahan yang tepat bagi siswa-siswanya untuk mengakses beragam informasi dari situs resmi, dan memberikan contoh bahasa yang baik dalam menggunakan dan mengakses informasi dari media massa itu sendiri.

     Bahasa yang seharusnya digunakan dalam media massa di sekolah adalah dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku, mengungkap sebuah informasi dengan akurat dan memakai bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa, sehingga tidak menimbulkan rasa penasaran yang lebih pada siswa, dan memberikan dampak baik kepada siswa untuk bisa memperoleh informasi yang benar, serta mempu menyaringnya dengan baik.

     Berdasarkan penjelasan diatas, penggunaan bahasa dalam pemanfaatan media massa di lingkup sekolah merupakan suatu upaya yang baik, akan tetapi harus tetap memperhatikan kaidah bahasa dan nilai aktualisasi dari sebuah informasi harus dipaparkan dengan se-detail mungkin, bahasa yang disajikan juga harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan sesuai kaidah yang berlaku dengan harapan pesan atau informasi dapat tersampaikan dan diterima dengan baik oleh siswa, dan siswa dapat menyaring dan mengolah informasi tersebut dengan lebih matang dan bisa dijadikan referensi dalam belajarnya.


Penulis : Siska Yuliana Sari, S.Pd.(guru SMP Islam karangpucung,mahasiswa PPG daljab UMP 2021)

Kamis, 02 April 2020

cara ternak bebek dan entok

Berikut ini adalah 5 Tips Sukses Cara Menetaskan Telur Bebek:

  1. Persiapan Lokasi Mesin Penetas

    Salah satu faktor pendukung keberhasilan usaha penetasan telur adalah Lokasi peletakan Mesin Penetas. Idealnya adalah lokasi yang:
    • Tidak terkena Paparan Sinar Matahari dan Hembusan Angin secara langsung. Hal ini untuk menghindari perubahan temperatur yang cukup drastis.
    • Sirkulasi Udaranya Bagus, Tidak Lembab seperti di dekat kamar mandi, dekat tempat cucian, dan dalam gudang.
    • Lingkungan disekitar Mesin Penetas Bersih dan Higienis. Jika perlu, disemprot terlebih dahulu menggunakan Desinfektan.

  2. Persiapan Mesin Penetas

    Bagus tidaknya kualitas sebuah Mesin Penetas akan sangat mempengaruhi kesuksesan proses penetasan telur bebek. Mesin Penetas yang Bagus akan mampu mempertahankan kestabilan Suhu dan Kelembaban untuk proses penetasan, serta memiliki Ventilasi Udara yang baik.Beberapa persiapan penting yang perlu dilakukan sebelum Mesin Penetas digunakan adalah :
    • Lakukan Fumigasi untuk mengurangi kuman-kuman di dalam ruang mesin. Caranya adalah dengan menuangkan sekitar 0,6 gr bubuk Potasium Permanganat (KMNO4) ke dalam sebuah wadah lebar dan pipih, lalu tambahkan 1,2 cc Larutan Formalin. Segera masukkan wadah tersebut ke dalam ruang mesin. Tutup Mesin Penetas dan Lubang Ventilasi, tunggu kurang lebih 30 menit.
    • Panaskan Mesin Penetas hingga mencapai Suhu yang stabil 38°C atau 39°C. Pemanasan ini dilakukan minimal 3 jam sebelum telur dimasukkan ke dalam mesin. Lebih bagus lagi 24 jam sebelumnya untuk memastikan semua bagian mesin berfungsi secara normal. Amati fluktuasi suhu ketika Lampu Mati dan Hidup. Maksimal selisih suhunya adalah 2,3°C atau 4°F.
    • Siapkan Lampu/Dop cadangan, Lilin/Lampu Teplok/Genset.

  3. Seleksi Telur Yang Bagus

    Dalam mengelola Usaha Penetasan Telur Bebek, proses pemilihan telur adalah tahapan yang sangat penting karena akan menentukan tinggi rendahnya tingkat keberhasilan penetasan (daya tetas).Adapun cara memilihnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
    • Indukan harus mendapatkan Asupan Pakan yang Bagus secara Kualitas dan Jumlahnya.
    • Kesehatan Indukan Bagus.
    • Umur Indukan Tidak Terlalu Muda (minimal 8 bulan) dan Tidak Terlalu Tua
    • Rasio Indukan Jantan dengan Betina Maksimal 1:8
    • Utamakan bentuk Telur yang Oval, jangan terlalu Lonjong atau Bulat. Cara menilai Bentuk Telur Oval ialah Sumbu Pendek dibagi Sumbu Panjang dikali 100% . Bila nilainya antara 72% – 74% maka disebut Oval.
    • Hindari Warna Telur yang Terlalu Biru atau Terlalu Putih. Jika terlalu biru, cangkang telur biasanya sulit pecah, kalaupun bisa umumnya bebek akan lumpuh. Sedangkan jika terlalu putih, biasanya DOD-nya akan kecil.
    • Pisahkan Telur yang Retak, karena bisa meledak di dalam ruang mesin penetas.

  4. Persiapan Telur

    Setelah melakukan pemilihan telur-telur terbaik, perlakuan berikutnya adalah:
    • Membersihkan cangkang telur dengan Air Hangat (sekitar 22°C) menggunakan Spon/Kain Lembut. Bisa juga memanfaatkan Air Rebusan Daun Sirih yang berfungsi sebagai antiseptic untuk membunuh Bakteri/Mikroba. Jangan gunakan Air Dingin karena akan membuat telur berkontraksi sehingga memudahkan Bakteri/Mikroba masuk ke dalam telur.
    • Jika Mesin Penetas belum siap digunakan, Telur yang telah terkumpul bisa disimpan terlebih dahulu (ujung telur yang tumpul di atas) di dalam ruangan atau wadah pada kisaran Suhu 10-18°C dan Kelembaban antara 60-75%. Umur Telur maksimal 4 atau 5 hari. Di atas itu, biasanya kualitasnya kurang bagus.
    • Tuliskan Tanda “x” dan “o” dengan menggunakan Pensil di kedua ujung telur untuk memudahkan pengecekan pada saat membolak-balik telur.

  5. Proses Penetasan Telur

    Setelah segala sesuatunya dipersiapkan dengan baik, maka saatnya melangkah ke proses penetasan telur yang sebenarnya.Urutan kerja selama proses penetasan telur bebek  dari hari ke-1 hingga ke-28 akan di jelaskan berikut ini :
    Hari ke-1 sampai ke-3
    • Masukkan telur ke dalam mesin tetas dengan Posisi Tidur atau Tegak (letakkan bagian yang runcing di bawah dan bagian tumpul yang mengandung rongga udara di posisi atas). Telur bisa langsung dimasukkan ke dalam mesin atau dihangatkan (prewarming) terlebih dahulu dengan cara dilap perlahan-lahan secara merata menggunakan air hangat.
    • Cangkang Telur yang bersih akan memudahkan proses mengamati perkembangan anakan bebek di dalam telur.
    • Lakukan Candling (peropongan telur). Telur yang ada embrionya ditandai dengan munculnya bintik hitam seperti mata yang ikut bergoyang ketika telur digerakkan dan disekitarnya ada serabut-serabut kecil. Jika tidak ada tanda tersebut, telur dikeluarkan saja dan masih bisa dikonsumsi. Lakukan Peneropongan telur ditempat gelap agar bayangan telur tampak jelas.
    • Ventilasi ditutup rapat hingga hari ke-3.
    • Kontrol Suhu antara (37,8-38,9°C) atau (100-102°F).
    • Tambahkan air pada wadah jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.
    Hari ke-4
    • Pada hari ke-4 ini, telur perlu diangin-anginkan (pendinginan) dengan cara membuka tutup mesin penetas selama kurang lebih 10-15 menit. Proses mengangin-anginkan telur perlu dilakukan setiap 3-4 hari sekali sampai hari ke 25.
    • Lakukan Proses Pembalikan Telur Harian. Disarankan telur di bolak-balik minimal setiap 3 kali sehari dengan durasi tetap. Semakin sering makin baik. Misalkan tiap 8 jam sekali, dimulai pagi pukul 06.00, siang pukul 14.00, dan malam pukul 22.00.
    • Lubang ventilasi mulai dibuka ¼ bagian.
    • Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C).
    Catatan : Mengapa telur perlu didinginkan? Karena jika di amati pada Bebek yang sedang mengerami telurnya, maka dia akan meninggalkan telur untuk berenang beberapa saat kemudian kembali mengerami telurnya. Bahkan aktivitas tersebut terkadang dilakukan setiap hari.
    Hari ke-5
    • Pembalikan telur harian.
    • Ventilasi dibuka ½ bagian.
    • Kontrol suhu antara (37.8-38,8°C).
    Hari ke-6
    • Pembalikan telur harian.
    • Ventilasi dibuka ¾ bagian.
    • Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C)
    Hari ke-7
    • Pembalikan telur harian.
    • Lakukan Candling untuk mengetahui perkembangan embrio (hidup atau mati). Embrio mati ditandai dengan bercak darah atau lapisan darah pada salah satu sisi kerabang telur. Sedangkan pada embrio yang tumbuh, semakin jelas penampakan serabut yang menyerupai sarang laba-laba.
    • Ventilasi dibuka seluruhnya.
    • Penambahan air pada wadah jika jumlah air berkurang.
    Catatan Penting : Segera keluarkan Telur tidak fertil dan Embrio mati yang di temukan pada saat Candling. Jika dibiarkan, akan menjadi sumber Bakteri di dalam ruang mesin penetas yang nantinya akan menghambat merusak telur-telur lainnya.
    Hari ke-8 sampai ke-20
    • Di hari ke-14, lakukan Candling untuk mengetahui embrio yang tetap hidup atau sudah mati. Penampakan Embrio yang hidup akan terlihat mulai gelap dengan rongga udara yang terlihat jelas.
    • Pembalikan telur harian.
    • Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C).
    • Penambahan air pada wadah jika jumlah air berkurang.
    Hari ke-21 sampai ke-25
    • Pembalikan telur harian.
    • Pada hari ke-21, lakukan Candling lagi. Embrio mati ditandai dengan bocornya lapisan rongga udara sehingga telur terlihat hitam semua.
    • Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C) dan tambahkan air ke dalam bak.
    Hari ke-26 sampai ke-27
    • Pembalikan telur dihentikan.
    • Kontrol Kelembaban, lakukan penyemprotan air hangat pada telur jika diperlukan (dengan semburan paling halus).
    • Biasanya ada telur yang sudah mulai menetas di malam hari. Perlu dicermati, jika ada telur yang susah pecah, perlu dibantu dengan tangan tetapi harus hati-hati. Biasanya akibat cangkang terlalu tebal.
    • Bersihkan cangkang dan kotoran-kotoran lainnya agar tidak mengganggu telur yang belum menetas.
    Hari ke-28
    • Telur-telur sudah banyak yang menetas.
    • Keluarkan cangkang telur dari rak agar ruangan lebih longgar.
    • Pindahkan anakan bebek yang bulunya sudah setengah kering atau kering seluruhnya ke tempat lain yang suhunya hampir sama dengan suhu ruang penetasan
    • Proses menetas biasanya berlangsung hingga hari ke-29
    • Setelah semuanya selesai, mesin tetas dibersihkan dan difumigasi kembali untuk persiapan proses penetasan berikutnya.

Kesimpulan

Menetaskan telur bebek adalah sebuah proses yang lebih menantang jika dibandingkan dengan penetasan telur ayam.
Jika di awal percobaan, Anda mendapati tingkat keberhasilan penetasannya masih rendah, jangan berputus asa.
Ulangi lagi proses penetasannya. Selalu catat Angka-angka pembacaan pada Suhu dan Kelembaban di setiap harinya, lalu buatlah penyesuaian sampai Anda dapatkan tingkat keberhasilan penetasan yang lebih baik.
Jika Anda dapati anakan bebek mati di dalam telur sebelum berhasil menetas, maka kecurigaan terbesar adalah pada Tingkat Kelembabannya. Bebek lebih sensitif terhadap tingkat kelembaban daripada ayam.
Seiring berjalannya waktu, pengetahuan Anda akan bertambah dengan informasi seputar penetasan bebek, dan Anda akan mampu mengatasi kendala-kendalanya satu per satu.
Semoga beberapa tips dari praktisi lokal di atas bisa menjadi referensi terbaik bagi Anda untuk bisa segera diaplikasikan teknik-tekniknya.

Selamat Mencoba!
===============
Sebagai referensi pembanding bagi Anda, ada pengalaman seorang peternak Bebek bernama Tim Daniels berkebangsaan Inggris yang mungkin perlu Anda simak juga untuk memperkaya pengetahuan terkait proses penetasan Telur Bebek, khususnya pada faktor Kelembaban yang bisa Anda baca disini.
Menurutnya, telur tidak perlu dibersihkan sampai bersih, karena setiap telur telah memiliki Lapisan Alami yang melindunginya dari kemungkinan masuknya bakteri melalui pori-pori cangkang telur.
Dan terbukti, beberapa kali ia berhasil menetaskan telur-telur yang permukaan cangkangnya masih kotor

Jumat, 07 Februari 2020

sholawat

يا دائم الفضل على البرية يا باسط اليدين بالعطية يا صاحب المواهب السنية صل على محمد و آله خير البرية واغفر لنا يا ذا العلى في هذه العشية،، ١٠ مرة

Wahai Yang Selalu Memberi karunia pada makhluk-Nya.
Wahai yang tangan-Nya terbuka dengan pemberian-Nya.
Wahai Pemilik karunia yang mulia.
Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya.
(Beliau) adalah manusia yang terbaik.
Ampuni kami pada malam ini wahai Yang Maha Mulia

Jumat, 10 Januari 2020

Kata-kata

Dalam filsafat Aristoteles dijelaskan bahwa "berpikir" merupakan essensi manusia. Pikiran manusia itu diwujudkan dalam bentuk susunan kata-kata. Tidak ada makhluk lain yang dapat berbicara menggunakan kata-kata seperti manusia. Binatang-binatang berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan isyarat berupa gerak tubuh atau bunyi. Gerak tubuh dan bunyi tersebut tidak membentuk kata serta tidak dapat digunakan untuk memberi nama sesuatu.

Contohnya dapat dilihat pada perilaku kucing ketika ia memanggil anak-anaknya. Saya mengamati, ketika induk kucing menangkap seekor tikus, induk kucing tersebut mengeong dengan nada memanggil anak-anaknya. Anak-anaknya berlarian mendekati induk kucing. Dengan nada panggilan itu, anak-anak kucing mengerti bahwa induknya memanggil untuk makan.  Ini menunjukan kemampuan kucing berkomunikasi menggunakan bunyi.

Tetapi bukti bahwa bunyi itu bukanlah kata, adalah induk kucing tersebut tidak dapat membuat bunyi yang membedakan panggilan masing-masing anak kucing. Dengan kata lain induk kucing tidak dapat memberi nama pada masing-masing anaknya. Dia hanya mengenali anaknya dari aroma, dari bentuk, dan dari gerak-gerik, bukan dari nama. Kemampuan menamai sesuatu, hanya dimiliki oleh makhluk yang disebut "manusia".

Kata dan Nama adalah dua hal yang identik. Dengan menamai segala sesuatu, maka wujudlah kata-kata. Dan dengan kata-kata itu manusia dapat mengisahkan perbedaan nama-nama. Manusia bisa bercerita tentang masa lalu ataupun masa depan. Apakah hal itu dapat dilakukan oleh binatang seperti semut ?

Kita dapat melihat semut satu sama lain saling bertukar informasi tentang di mana mereka menemukan makanan. Namun informasi itu disampaikan satu sama lain tidak melalui kata, melainkan melalui aroma atau rasa. Semut atau binatang lainnya dapat memberikan suatu informasi kepada teman-temannya, namun tidak dapat berkisah. Mereka memilik ingatan tentang masa lalu, tapi tidak dapat menceritakannya. Tetapi manusia melalui kata-kata dapat mengungkapkan sebuah kisah dari apa yang diingatnya dari masa lalu.

Seekor ular yang dipukul, akan mengingat terus wajah orang yang memukulnya hingga bertahun-tahun kemudian. Tapi tidak ada ular yang bercerita pada temannya, bahwa semingu lalu dia pernah dipukul orang. Ini menunjukan bahwa binatang tidak memiliki perangkat untuk mengisahkan sesuatu, yaitu "Kata-kata".

Kemampuan berkata-kata yang membuat manusia memiliki keunggulan dari makhluk-makhluk lain, juga kemmpuan itu dapat membuat manusia menjadi lebih rendah dari makhluk lain. Karena melalui kata-kata manusia dapat melakukan sesuatu yang lebih kejam dari pembunuhan, yaitu fitnah, bohong dan hasut. Hewan, karena tidak memiliki kemampuan berbicara, tidak dapat melakukan hal-hal jahat seperti yang dilakukan oleh manusia itu. Tidak ada seekor banteng yang dapat melakukan sebuah konspirasi politik, tidak ada monyet yang menyebarkan berita hoax, serta tidak ada seekor kucing yang menghasut teman-temannya. Karena kemampuan berkata-kata itu, manusia memiliki  potensi untuk lebih unggul dari binatang dan juga potensi untuk menjadi lebih rendah darinya.


Ada binatang yang mampu mengelabui mangsanya, berpura-pura menjadi pohon dengan mengubah warna kulitnya serupa dengan warna pohon, contohnya bunglon. Apakah ini artinya bunglon bisa berdusta ? Tidak. Jika manusia menyamar, dia sadar bahwa dia sedang membohongi orang lain. Tidak ada kesadaran semacam itu pada binatang seperti bunglon, mereka tidak menyadari adanya kepalsuan, karena memang bukan kepalsuan. Amati perubahan warna pada bunglon itu, tidak bergantung pada mangsa. Jika dia berada di antara dedaunan hijau, maka tubuhnya menjadi hijau tidak peduli apakah ada mangsa atau tidak. Jadi perubahan warna itu sudah meruapakan tabiat bunglon berdasarkan warna dominan di sekitarnya, bukan untuk membohongi siapapun.
Aamiin ya rabbal'alamiin moga Khusnul khatimah