Berikut ini adalah 5 Tips Sukses Cara Menetaskan Telur Bebek:
Persiapan Lokasi Mesin Penetas
Salah satu faktor pendukung keberhasilan usaha penetasan telur adalah Lokasi peletakan Mesin Penetas. Idealnya adalah lokasi yang:- Tidak terkena Paparan Sinar Matahari dan Hembusan Angin secara langsung. Hal ini untuk menghindari perubahan temperatur yang cukup drastis.
- Sirkulasi Udaranya Bagus, Tidak Lembab seperti di dekat kamar mandi, dekat tempat cucian, dan dalam gudang.
- Lingkungan disekitar Mesin Penetas Bersih dan Higienis. Jika perlu, disemprot terlebih dahulu menggunakan Desinfektan.
Persiapan Mesin Penetas
Bagus tidaknya kualitas sebuah Mesin Penetas akan sangat mempengaruhi kesuksesan proses penetasan telur bebek. Mesin Penetas yang Bagus akan mampu mempertahankan kestabilan Suhu dan Kelembaban untuk proses penetasan, serta memiliki Ventilasi Udara yang baik.Beberapa persiapan penting yang perlu dilakukan sebelum Mesin Penetas digunakan adalah :- Lakukan Fumigasi untuk mengurangi kuman-kuman di dalam ruang mesin. Caranya adalah dengan menuangkan sekitar 0,6 gr bubuk Potasium Permanganat (KMNO4) ke dalam sebuah wadah lebar dan pipih, lalu tambahkan 1,2 cc Larutan Formalin. Segera masukkan wadah tersebut ke dalam ruang mesin. Tutup Mesin Penetas dan Lubang Ventilasi, tunggu kurang lebih 30 menit.
- Panaskan Mesin Penetas hingga mencapai Suhu yang stabil 38°C atau 39°C. Pemanasan ini dilakukan minimal 3 jam sebelum telur dimasukkan ke dalam mesin. Lebih bagus lagi 24 jam sebelumnya untuk memastikan semua bagian mesin berfungsi secara normal. Amati fluktuasi suhu ketika Lampu Mati dan Hidup. Maksimal selisih suhunya adalah 2,3°C atau 4°F.
- Siapkan Lampu/Dop cadangan, Lilin/Lampu Teplok/Genset.
Seleksi Telur Yang Bagus
Dalam mengelola Usaha Penetasan Telur Bebek, proses pemilihan telur adalah tahapan yang sangat penting karena akan menentukan tinggi rendahnya tingkat keberhasilan penetasan (daya tetas).Adapun cara memilihnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:- Indukan harus mendapatkan Asupan Pakan yang Bagus secara Kualitas dan Jumlahnya.
- Kesehatan Indukan Bagus.
- Umur Indukan Tidak Terlalu Muda (minimal 8 bulan) dan Tidak Terlalu Tua
- Rasio Indukan Jantan dengan Betina Maksimal 1:8
- Utamakan bentuk Telur yang Oval, jangan terlalu Lonjong atau Bulat. Cara menilai Bentuk Telur Oval ialah Sumbu Pendek dibagi Sumbu Panjang dikali 100% . Bila nilainya antara 72% – 74% maka disebut Oval.
- Hindari Warna Telur yang Terlalu Biru atau Terlalu Putih. Jika terlalu biru, cangkang telur biasanya sulit pecah, kalaupun bisa umumnya bebek akan lumpuh. Sedangkan jika terlalu putih, biasanya DOD-nya akan kecil.
- Pisahkan Telur yang Retak, karena bisa meledak di dalam ruang mesin penetas.
Persiapan Telur
Setelah melakukan pemilihan telur-telur terbaik, perlakuan berikutnya adalah:- Membersihkan cangkang telur dengan Air Hangat (sekitar 22°C) menggunakan Spon/Kain Lembut. Bisa juga memanfaatkan Air Rebusan Daun Sirih yang berfungsi sebagai antiseptic untuk membunuh Bakteri/Mikroba. Jangan gunakan Air Dingin karena akan membuat telur berkontraksi sehingga memudahkan Bakteri/Mikroba masuk ke dalam telur.
- Jika Mesin Penetas belum siap digunakan, Telur yang telah terkumpul bisa disimpan terlebih dahulu (ujung telur yang tumpul di atas) di dalam ruangan atau wadah pada kisaran Suhu 10-18°C dan Kelembaban antara 60-75%. Umur Telur maksimal 4 atau 5 hari. Di atas itu, biasanya kualitasnya kurang bagus.
- Tuliskan Tanda “x” dan “o” dengan menggunakan Pensil di kedua ujung telur untuk memudahkan pengecekan pada saat membolak-balik telur.
Proses Penetasan Telur
Setelah segala sesuatunya dipersiapkan dengan baik, maka saatnya melangkah ke proses penetasan telur yang sebenarnya.Urutan kerja selama proses penetasan telur bebek dari hari ke-1 hingga ke-28 akan di jelaskan berikut ini :Hari ke-1 sampai ke-3- Masukkan telur ke dalam mesin tetas dengan Posisi Tidur atau Tegak (letakkan bagian yang runcing di bawah dan bagian tumpul yang mengandung rongga udara di posisi atas). Telur bisa langsung dimasukkan ke dalam mesin atau dihangatkan (prewarming) terlebih dahulu dengan cara dilap perlahan-lahan secara merata menggunakan air hangat.
- Cangkang Telur yang bersih akan memudahkan proses mengamati perkembangan anakan bebek di dalam telur.
- Lakukan Candling (peropongan telur). Telur yang ada embrionya ditandai dengan munculnya bintik hitam seperti mata yang ikut bergoyang ketika telur digerakkan dan disekitarnya ada serabut-serabut kecil. Jika tidak ada tanda tersebut, telur dikeluarkan saja dan masih bisa dikonsumsi. Lakukan Peneropongan telur ditempat gelap agar bayangan telur tampak jelas.
- Ventilasi ditutup rapat hingga hari ke-3.
- Kontrol Suhu antara (37,8-38,9°C) atau (100-102°F).
- Tambahkan air pada wadah jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.
Hari ke-4- Pada hari ke-4 ini, telur perlu diangin-anginkan (pendinginan) dengan cara membuka tutup mesin penetas selama kurang lebih 10-15 menit. Proses mengangin-anginkan telur perlu dilakukan setiap 3-4 hari sekali sampai hari ke 25.
- Lakukan Proses Pembalikan Telur Harian. Disarankan telur di bolak-balik minimal setiap 3 kali sehari dengan durasi tetap. Semakin sering makin baik. Misalkan tiap 8 jam sekali, dimulai pagi pukul 06.00, siang pukul 14.00, dan malam pukul 22.00.
- Lubang ventilasi mulai dibuka ¼ bagian.
- Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C).
Catatan : Mengapa telur perlu didinginkan? Karena jika di amati pada Bebek yang sedang mengerami telurnya, maka dia akan meninggalkan telur untuk berenang beberapa saat kemudian kembali mengerami telurnya. Bahkan aktivitas tersebut terkadang dilakukan setiap hari.Hari ke-5- Pembalikan telur harian.
- Ventilasi dibuka ½ bagian.
- Kontrol suhu antara (37.8-38,8°C).
Hari ke-6- Pembalikan telur harian.
- Ventilasi dibuka ¾ bagian.
- Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C)
Hari ke-7- Pembalikan telur harian.
- Lakukan Candling untuk mengetahui perkembangan embrio (hidup atau mati). Embrio mati ditandai dengan bercak darah atau lapisan darah pada salah satu sisi kerabang telur. Sedangkan pada embrio yang tumbuh, semakin jelas penampakan serabut yang menyerupai sarang laba-laba.
- Ventilasi dibuka seluruhnya.
- Penambahan air pada wadah jika jumlah air berkurang.
Catatan Penting : Segera keluarkan Telur tidak fertil dan Embrio mati yang di temukan pada saat Candling. Jika dibiarkan, akan menjadi sumber Bakteri di dalam ruang mesin penetas yang nantinya akan menghambat merusak telur-telur lainnya.Hari ke-8 sampai ke-20- Di hari ke-14, lakukan Candling untuk mengetahui embrio yang tetap hidup atau sudah mati. Penampakan Embrio yang hidup akan terlihat mulai gelap dengan rongga udara yang terlihat jelas.
- Pembalikan telur harian.
- Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C).
- Penambahan air pada wadah jika jumlah air berkurang.
Hari ke-21 sampai ke-25- Pembalikan telur harian.
- Pada hari ke-21, lakukan Candling lagi. Embrio mati ditandai dengan bocornya lapisan rongga udara sehingga telur terlihat hitam semua.
- Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C) dan tambahkan air ke dalam bak.
Hari ke-26 sampai ke-27- Pembalikan telur dihentikan.
- Kontrol Kelembaban, lakukan penyemprotan air hangat pada telur jika diperlukan (dengan semburan paling halus).
- Biasanya ada telur yang sudah mulai menetas di malam hari. Perlu dicermati, jika ada telur yang susah pecah, perlu dibantu dengan tangan tetapi harus hati-hati. Biasanya akibat cangkang terlalu tebal.
- Bersihkan cangkang dan kotoran-kotoran lainnya agar tidak mengganggu telur yang belum menetas.
Hari ke-28- Telur-telur sudah banyak yang menetas.
- Keluarkan cangkang telur dari rak agar ruangan lebih longgar.
- Pindahkan anakan bebek yang bulunya sudah setengah kering atau kering seluruhnya ke tempat lain yang suhunya hampir sama dengan suhu ruang penetasan
- Proses menetas biasanya berlangsung hingga hari ke-29
- Setelah semuanya selesai, mesin tetas dibersihkan dan difumigasi kembali untuk persiapan proses penetasan berikutnya.
Kesimpulan
Menetaskan telur bebek adalah sebuah proses yang lebih menantang jika dibandingkan dengan penetasan telur ayam.
Jika di awal percobaan, Anda mendapati tingkat keberhasilan penetasannya masih rendah, jangan berputus asa.
Ulangi lagi proses penetasannya. Selalu catat Angka-angka pembacaan pada Suhu dan Kelembaban di setiap harinya, lalu buatlah penyesuaian sampai Anda dapatkan tingkat keberhasilan penetasan yang lebih baik.
Jika Anda dapati anakan bebek mati di dalam telur sebelum berhasil menetas, maka kecurigaan terbesar adalah pada Tingkat Kelembabannya. Bebek lebih sensitif terhadap tingkat kelembaban daripada ayam.
Seiring berjalannya waktu, pengetahuan Anda akan bertambah dengan informasi seputar penetasan bebek, dan Anda akan mampu mengatasi kendala-kendalanya satu per satu.
Semoga beberapa tips dari praktisi lokal di atas bisa menjadi referensi terbaik bagi Anda untuk bisa segera diaplikasikan teknik-tekniknya.
Selamat Mencoba!
===============
Sebagai referensi pembanding bagi Anda, ada pengalaman seorang peternak Bebek bernama Tim Daniels berkebangsaan Inggris yang mungkin perlu Anda simak juga untuk memperkaya pengetahuan terkait proses penetasan Telur Bebek, khususnya pada faktor Kelembaban yang bisa Anda baca disini.
Menurutnya, telur tidak perlu dibersihkan sampai bersih, karena setiap telur telah memiliki Lapisan Alami yang melindunginya dari kemungkinan masuknya bakteri melalui pori-pori cangkang telur.
Dan terbukti, beberapa kali ia berhasil menetaskan telur-telur yang permukaan cangkangnya masih kotor
Tidak ada komentar:
Posting Komentar