Senin, 03 April 2023
Kamis, 16 Februari 2023
Senin, 16 Januari 2023
Minggu, 01 Januari 2023
Jumat, 30 Desember 2022
Jumat, 26 Agustus 2022
Minggu, 19 Juni 2022
potensi diri
POTENSI DIRI --------------------------------------------------------------------------------------------------- 1. Mengenali Potensi Diri Pada dasarnya setiap manusia memiliki kekuatan dan potensi masingmasing. Tapi sampai saat ini masih banyak yang belum menyadari potensi di dalam dirinya sendiri. Padahal potensi setiap orang sangat menunjang kesuksesan hidupnya jika diasah dengan baik. Berikut tips mengenali potensi diri : a. Kenali diri sendiri Coba buat daftar pertanyaan, seperti: apa yang membuat Anda bahagia; apa yang Anda inginkan dalam hidup ini; apa kelebihan dan kekuatan Anda; dan apa saja kelemahan Anda. Kemudian jawablah pertanyaan ini secara jujur dan objektif. Mintalah bantuan keluarga atau sahabat untuk menilai kelemahan dan kekuatan Anda. b. Tentukan tujuan hidup Tentukan tujuan hidup Anda baik itu tujuan jangka waktu pendek maupun jangka panjang secara realistis. Realistis maksudnya yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi Anda. Menentukan tujuan yang jauh boleh aja asal diikuti oleh semangat untuk mencapainya. c. Kenali motivasi hidup Setiap manusia memiliki motivasi tersendiri untuk mencapai tujuan hidupnya. Coba kenali apa motivasi hidup Anda, apa yang bisa melecut semangat Anda untuk menghasilkan karya terbaik, dan sebagainya. Sehingga Anda memiliki kekuatan dan dukungan moril dari dalam diri. d. Hilangkan negative thinking Buanglah pikiran-pikiran negatif yang bisa menghambat langkah Anda mencapai tujuan. Setiap kali Anda menghadapi hambatan, jangan menyalahkan orang lain. Lebih baik coba evaluasi kembali langkah Anda mungkin ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Kemudian melangkahlah kembali jika Anda telah menemukan jalan yang mantap. e. Jangan mengadili diri sendiri Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam mencapai tujuan Anda, jangan menyesali dan mengadili diri sendiri berlarut-larut. Hal ini hanya akan membuang waktu dan energi. Bangkit dan tataplah masa depan. Jadikan kegagalan sebagai pengalaman dan bahan pelajaran untuk maju. Masa remaja adalah masa yang penuh gejolak di mana setiap remaja puteri merasa tertantang untuk mencari jati dirinya sesuai dengan karakter dan panggilan jiwa. Terlebih lagi, saat ini remaja hidup di zaman yang bergerak sangat cepat, dengan kemajuan teknologi informasi mengakibatkan derasnya informasi tentang budaya baru yang menawarkan berbagai pilihan dan nilai-nilai baru bagi mereka. Perkembangan arus informasi inilah yang juga memengaruhi proses pencarian jati diri dan potensi yang dimiliki. Sementara pada saat yang bersamaan, para remaja dihadapkan pada norma dan nilai yang berlaku di lingkungan sekitarnya yang memberikan keterbatasan ruang untuk berkespresi. Situasi seperti ini yang memungkinkan terjadinya erosi identitas diri disebabkan oleh karena sang remaja puteri tidak memiliki kebebasan untuk mengekspresikan diri seperti apa yang dia kehendaki, dan kemudian merasa harus tampil sebagai "orang lain". Potensi diri merupakan modal yang perlu kita ketahui. Kita gali dan kita maksimalkan. Karena sesungguhnya perubahan hanya bisa terjadi jika kita mengetahui potensi kita. Lalu mengarahkannya kepada tindakan yang tepat dan teruji. Jika itu terjadi, kita akan memiliki kepercayaan diri yang kuat untuk melakukan sesuatu denga mantap. Ketahuilah sesungguhnya manusia memiliki dua sisi sikap potensial yang menonjol. Sisi positif dan sisi negatif. Kedua sisi ini masing-masing memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan diri kita. Baik buruknya diri kita merupakan refleksi dari dorongan positif atau negatifnya sikap kita. Karena Sikap menentukan segalanya. Potensi diri dapat digali dengan tahap mengenali diri. Bagaimana kita akan dapat menggali potensi dalam diri kita, tanpa kita mengetahui seperti apa diri kita sendiri. 2. Menggali Potensi Diri Faktor-faktor apa saja yang membuat potensi diri Anda bisa tergali? 1. Percaya diri. Kurangnya percaya diri bisa menghilangkan kesempatan Anda untuk menggali potensi diri Anda, akan tetapi tidak menghilangkan potensi. 2. Hobi dan minat. Jika Anda mengerjakan sesuatu yang Anda sukai bahkan sebagai hobi atau minat pasti akan menghasilkan sesuatu yang memuaskan (seharusnya). Jadi cobalah gali potensi yang sejalan dengan minat Anda, akan tetapi jangan lupakan yang bukan minat Anda. 3. Pergaulan. Misal jika Anda punya pergaulan yang baik dengan orang yang pintar maka Anda akan jadi pintar.
Rabu, 15 Juni 2022
Keutamaan ilmu dan guru
𝗜𝗕𝗨 𝗠𝗘𝗡𝗗𝗜𝗗𝗜𝗞, 𝗚𝗨𝗥𝗨 𝗜𝗧𝗨 𝗣𝗘𝗡𝗗𝗜𝗗𝗜𝗞
Senin, 06 Juni 2022
Jumat, 27 Mei 2022
Jumat, 13 Mei 2022
Senin, 20 September 2021
Kecerdasan emosional adalah tentang kemampuan untuk memahami dan mengelola emosimu. Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional telah mencapai tingkat pemahaman diri sehubungan dengan pemikiran dan perilaku mereka dan kemudian memutuskan cara terbaik mengatasi setiap situasi. Memiliki kecerdasan emosional dapat membantumu mencapai resolusi yang sukses untuk masalah dan membantu melewati masa-masa yang sulit. Melansir dari laman American Behavioral Clinics, Kamis (26/8/2021) berikut 7 tanda dirimu sudah memiliki kedewasaan emosional.
1. Lebih fleksibel
Terlalu mudah untuk berasumsi bahwa segala sesuatunya akan berjalan sesuai rencana dan orang yang matang secara emosional mampu memikirkan dan menghasilkan rencana lainnya sesuai dengan situasi yang terjadi. Mereka selalu punya solusi dan tak membiarkan kegalalan menggoyahkan mereka.
2. Punya rasa tanggung jawab
Orang yang matang secara emosional mampu mengakui kesalahan dan tidak langsung menyalahkan orang lain. Ini membutuhkan tingkat kejujuran dan penerimaan diri. Jika segala sesuatunya terus berjalan salah, orang yang matang secara emosional akan mencari jawaban ke dalam pikiran dan tindakan tentang apa yang harus diperbaiki.
3. Mengetahui bahwa mereka tidak tahu segalanya
Orang yang matang secara emosional tahu apa yang mereka tidak diketahui dan tidak selalu merasa paling benar. Mereka tidak berdebat hanya untuk menunjukkan dominasi pada yang lain. Mereka terbuka pada segala hal dan siap menerima masukan orang lain bahkan mereka terbuka untuk mempelajari sesuatu yang positif yang dapat memperbaiki keadaan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3551395/original/051637500_1629943780-shutterstock_1092663608.jpg)
4. Suka belajar dan melihat peluang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3420067/original/075095800_1617609861-menenangkan_diri.jpg)
Orang yang matang secara emosional mencari apa yang dapat dipelajari dari situasi atau peluang apa pun, dan mencari peluang pertumbuhan di dalamnya, bertanya, "Bagaimana saya bisa belajar dan tumbuh dari ini?"
5. Berpikiran terbuka
Orang yang matang secara emosional secara aktif berusaha untuk menginformasikan pendapat mereka sendiri dengan secara aktif mencari sudut pandang orang lain. Mereka tidak merasa terancam oleh ketidaksepakatan. Ini bukan tentang argumen untuk membuktikan siapa yang benar, ini hanya untuk mencari sudut pandang yang berbeda karena mungkin saja mereka membuat kesalahan.
6. Tidak lemah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3535038/original/093810100_1628476916-shutterstock_1571480824.jpg)
Dalam menghadapi kesal, kemunduran, atau kekecewaan, orang yang matang secara emosional akan mengakui perasaan mereka, mengidentifikasi apa yang dapat dilakukan, dan kemudian memutuskan langkah apa yang harus diambil untuk melanjutkan.
7. Bersikap tenang
Orang yang matang secara emosional memang marah tetapi tidak membiarkan emosi mendikte respons mereka. Mereka bertujuan untuk memiliki pikiran yang jernih dengan tujuan agar rasionalitas mendikte bagaimana menangani situasi secara efektif. Mereka tahu bahwa ketika emosi mengalahkan rasionalitas, kejernihan pikiran menjadi kabur dan dapat membatasi pilihan untuk berurusan secara efektif.
Orang yang matang secara emosional juga memliki tanda lainnya yakni, mereka percaya pada dirinya sendiri, memiliki selera humor yang baik, tidak mudah tersinggung dan tidak merasa lemah saat mengalami kegagalan. Itulah beberapa tanda jika dirimu memiliki kedewasaan emosional, apakah tanda-tanda tersebut sudah ada pada dirimu?
Sabtu, 04 September 2021
Fase usia emas anak
Cara Meningkatkan Kecerdasan Di Fase Usia Emas Anak
1. Pola Asuh
Pola asuh berhubungan pada bagaimana cara membesarkan anak dengan baik. Pola ini juga berkaitan dengan pemberian asupan gizi yang baik, serta kebutuhan tempat tinggal yang layak. Selain itu juga penting untuk memberikan pakaian yang bersih dan nyaman walaupun tidak mesti mahal. Dan yang juga tak kalah penting dalam pola asuh yang baik adalah, menjaga selalu kebutuhan kesehatan anak, karena kesehatan yang baik juga akan mempengaruhi perkembangan kecerdasan anak.
2. Pola Asih
Penerapan pola asih dapat memperkuat pola hubungan antara orang tuanya dengan anak. Hubungan batin yang terjalin dengan kuat, dapat memupuk rasa kash sayang antara orang tua, anak, dan anak dengan sesamanya. Cara yang dapat dilakukan agar terjalin pola asih yang baik adalah dengan memberikan penghargaan, pengalaman baru, kasih sayang, rasa tanggung jawab, kemandirian, dan yang tak kalah penting adalah memberikan pujian.
Seringkali orang tua abai dalam memberikan pujian, bahkan tak sedikit diantaranya membanding bandingkan anaknya dengan anak orang lain. Sehingga membuat anak semakin insecure terhadap dirinya sendiri. Pujilah dan hargailah apa yang dilakukan anak, dengan begitu sang anak akan muncul rasa percaya dirinya dengan baik.
Dengan munculnya kepercayaan diri dari sang anak, maka akan membentuk kecerdasan emosi yang baik pula. Berikan pula keteladanan dan kasih sayang, agar anak selalu merasakan kehangatan sehingga ia dapat mengaplikasikan pula pada orang disekitarnya.
3. Pola Asah
Dan yang tak kalah penting adalah pola asah anak itu sendiri. Pola asah ini adalah kegiatan merawat, dimana tujuannya adalah untuk merangsang potensi dan kemampuan yang dimiliki oleh anak. Hal ini juga dapat pula membuat bakat anak tumbuh berkembang.
Orang tua dapat melakukan pola asah dengan berbagai macam cara sesuai dengan perkembangan zaman yang ada. Banyak sekali metode yang dapat dilakukan, salah satunya adalah dengan menggunakan sarana yang ada.
Fasilitas Mengasah Pola Asah Anak
Adapun fasilitas yang dapat dilakukan untuk mengasah pola asah anak dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dan hal ini dapat dilakukan oleh para Ayah dan Bunda dimanapun berada. Berdasarkan pengalaman yang telah dilakukan oleh sebagian orang tua serta rekomendasi dari ahli psikologi diantaranya adalah.
1. Membacakan Buku Cerita Dongeng Anak
Menurut Friedrich Froebel seorang bapak pendiri gerakan pendidik sejak TK, aktivitas mendongeng adalah metode ideal guna memperkenalkan pendidikan terhadap anak-anak kecil. Selain itu, mendongeng secara lisan juga memiliki kegunaan dalam meningkatkan fokus dan bersosialisasi, mengembangkan kemampuan visualisasi, meningkatkan kemampuan kognitif, meningkatkan keterampilan berpikir kritis, dan memahami budaya lain.