Senin, 16 Januari 2023

 https://drive.google.com/file/d/1kzuHRSypjmTeSHF_Mt4RFGqKQKToXOHX/view?usp=share_link

Minggu, 19 Juni 2022

potensi diri

 POTENSI DIRI --------------------------------------------------------------------------------------------------- 1. Mengenali Potensi Diri Pada dasarnya setiap manusia memiliki kekuatan dan potensi masingmasing. Tapi sampai saat ini masih banyak yang belum menyadari potensi di dalam dirinya sendiri. Padahal potensi setiap orang sangat menunjang kesuksesan hidupnya jika diasah dengan baik. Berikut tips mengenali potensi diri : a. Kenali diri sendiri Coba buat daftar pertanyaan, seperti: apa yang membuat Anda bahagia; apa yang Anda inginkan dalam hidup ini; apa kelebihan dan kekuatan Anda; dan apa saja kelemahan Anda. Kemudian jawablah pertanyaan ini secara jujur dan objektif. Mintalah bantuan keluarga atau sahabat untuk menilai kelemahan dan kekuatan Anda. b. Tentukan tujuan hidup Tentukan tujuan hidup Anda baik itu tujuan jangka waktu pendek maupun jangka panjang secara realistis. Realistis maksudnya yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi Anda. Menentukan tujuan yang jauh boleh aja asal diikuti oleh semangat untuk mencapainya. c. Kenali motivasi hidup Setiap manusia memiliki motivasi tersendiri untuk mencapai tujuan hidupnya. Coba kenali apa motivasi hidup Anda, apa yang bisa melecut semangat Anda untuk menghasilkan karya terbaik, dan sebagainya. Sehingga Anda memiliki kekuatan dan dukungan moril dari dalam diri. d. Hilangkan negative thinking Buanglah pikiran-pikiran negatif yang bisa menghambat langkah Anda mencapai tujuan. Setiap kali Anda menghadapi hambatan, jangan menyalahkan orang lain. Lebih baik coba evaluasi kembali langkah Anda mungkin ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Kemudian melangkahlah kembali jika Anda telah menemukan jalan yang mantap. e. Jangan mengadili diri sendiri Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam mencapai tujuan Anda, jangan menyesali dan mengadili diri sendiri berlarut-larut. Hal ini hanya akan membuang waktu dan energi. Bangkit dan tataplah masa depan. Jadikan kegagalan sebagai pengalaman dan bahan pelajaran untuk maju. Masa remaja adalah masa yang penuh gejolak di mana setiap remaja puteri merasa tertantang untuk mencari jati dirinya sesuai dengan karakter dan panggilan jiwa. Terlebih lagi, saat ini remaja hidup di zaman yang bergerak sangat cepat, dengan kemajuan teknologi informasi mengakibatkan derasnya informasi tentang budaya baru yang menawarkan berbagai pilihan dan nilai-nilai baru bagi mereka. Perkembangan arus informasi inilah yang juga memengaruhi proses pencarian jati diri dan potensi yang dimiliki. Sementara pada saat yang bersamaan, para remaja dihadapkan pada norma dan nilai yang berlaku di lingkungan sekitarnya yang memberikan keterbatasan ruang untuk berkespresi. Situasi seperti ini yang memungkinkan terjadinya erosi identitas diri disebabkan oleh karena sang remaja puteri tidak memiliki kebebasan untuk mengekspresikan diri seperti apa yang dia kehendaki, dan kemudian merasa harus tampil sebagai "orang lain". Potensi diri merupakan modal yang perlu kita ketahui. Kita gali dan kita maksimalkan. Karena sesungguhnya perubahan hanya bisa terjadi jika kita mengetahui potensi kita. Lalu mengarahkannya kepada tindakan yang tepat dan teruji. Jika itu terjadi, kita akan memiliki kepercayaan diri yang kuat untuk melakukan sesuatu denga mantap. Ketahuilah sesungguhnya manusia memiliki dua sisi sikap potensial yang menonjol. Sisi positif dan sisi negatif. Kedua sisi ini masing-masing memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan diri kita. Baik buruknya diri kita merupakan refleksi dari dorongan positif atau negatifnya sikap kita. Karena Sikap menentukan segalanya. Potensi diri dapat digali dengan tahap mengenali diri. Bagaimana kita akan dapat menggali potensi dalam diri kita, tanpa kita mengetahui seperti apa diri kita sendiri. 2. Menggali Potensi Diri Faktor-faktor apa saja yang membuat potensi diri Anda bisa tergali? 1. Percaya diri. Kurangnya percaya diri bisa menghilangkan kesempatan Anda untuk menggali potensi diri Anda, akan tetapi tidak menghilangkan potensi. 2. Hobi dan minat. Jika Anda mengerjakan sesuatu yang Anda sukai bahkan sebagai hobi atau minat pasti akan menghasilkan sesuatu yang memuaskan (seharusnya). Jadi cobalah gali potensi yang sejalan dengan minat Anda, akan tetapi jangan lupakan yang bukan minat Anda. 3. Pergaulan. Misal jika Anda punya pergaulan yang baik dengan orang yang pintar maka Anda akan jadi pintar.

Rabu, 15 Juni 2022

Keutamaan ilmu dan guru

 𝗜𝗕𝗨 𝗠𝗘𝗡𝗗𝗜𝗗𝗜𝗞, 𝗚𝗨𝗥𝗨 𝗜𝗧𝗨 𝗣𝗘𝗡𝗗𝗜𝗗𝗜𝗞

Dalam usaha mendidik manusia mengenal Allahﷻ, dan pelbagai cabang ilmu lainnya memerlukan tunjuk ajar dari seorang yang bergelar guru.
Kewibawaan guru penting dalam usaha melaksanakan tugas membimbing dan mendidik pelajar secara lebih berkesan.
Terdapat lima komponen yang menjadi konsep guru dalam Islam iaitu muaddib, murabbi, mursyid, muallim dan mudarris.
Pertama, muaddib dari kata Arab ta'diban diterjemahkan sebagai pembentuk adab yang bermaksud penyucian atau membersihkan seseorang daripada kekotoran. Konsep ta'dib merupakan proses mengasuh, mendidik, membentuk, membimbing, menanam, menyuci, menitis dan menyuburkan akhlak mulia dalam pembinaan dan pembangunan diri insan. Ta'dib juga meliputi proses pembentukan akhlak, disiplin, tingkah laku, sahsiah dan seluruh adab sopan seseorang insan.
Kedua, murabbi dari kata Arab tarbiyyah membawa maksud pelihara, ajar atau jaga dengan hati-hati. Sifat guru yang murabbi melibatkan proses mendidik, memelihara dan membentuk pelajar sehingga wujud rasa kasih sayang dan saling percaya mempercayai antara mereka dan menjurus kepada maksud mencurahkan kasih sayang, memelihara, mendidik semasa kecil dan mengembangkan.
Ketiga, mursyid dari kata Arab irsyad membawa maksud jalan petunjuk, pemimpin yang memberi petunjuk dan petunjuk ke jalan yang benar. Konsep irsyad juga bermaksud proses memberi arahan, panduan, bimbingan dan petunjuk serta menjaga, mengikuti, menasihati dan memimpin ke jalan yang benar. Sifat guru mursyid merupakan seorang yang sentiasa bersedia menjadi penasihat yang ikhlas, bertindak sebagai mentor iaitu pengajar, penasihat dan pendorong kepada pelajar di bawah asuhannya untuk berkembang dan mencapai kecemerlangan.
Keempat, muallim dari kata Arab ta'lim membawa maksud suatu proses pemberitahuan, pengajaran, pemindahan dan penyampaian maklumat dan ilmu pengetahuan daripada seorang guru kepada pelajarnya. Ta'lim merujuk kepada peranan guru dalam pengajaran dan menjalankan aktiviti pendidikan dengan cara memberitahu, mengajar, menyampaikan pelbagai jenis maklumat, disiplin dan ilmu pengetahuan kepada para pelajar sama ada melalui latihan, arahan atau sebarang bentuk pengajaran yang seumpamanya.
Kelima, mudarris dari kata Arab tadris membawa maksud ciri pengajar berkesan yang melibatkan aspek pengajaran dan pembelajaran bermula daripada persediaan mengajar, sepanjang proses dan akhirnya penilaian kendiri.
Demikianlah lima ciri keunggulan guru yang perlu diamalkan secara berterusan dan dengan penuh iltizam dan diletakkan taraf sebagai insan yang mulia kerana berusaha membimbing dan mendidik manusia.
Diambil dari risalah al' hilyah al Auliya, beliau Sayyidina Ali Karramallahu Wajhah berkata..
الْعِلْمُ خَيْرٌ مِنَ الْمَالِ، الْعِلْمُ يَحْرُسُكَ، وَأَنْتَ تَحْرُسُ الْمَالَ، الْعِلْمُ يَزْكُو عَلَى الْعَمَلِ، وَالْمَالُ تُنْقِصُهُ النَّفَقَةُ... وَالْعُلَمَاءُ بَاقُونَ مَا بَقِيَ الدَّهْرُ، أَعْيَانُهُمْ مَفْقُودَةٌ، وَأَمْثَالُهُمْ فِي الْقُلُوبِ مَوْجُودَةٌ،
“..Ilmu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga dirimu, sedangkan kamu menjaga harta, dan ilmu bertambah jika disiarkan sedangkan harta berkurangan jika dibelanjakan Dan ulama’ itu akan tetap hidup selamanya meskipun jasadnya tidak ada, dan ajaran mereka selalu diingati dalam hati..”
Selagi diterapkan keunggulan dan keluhuran peribadi Nabiﷺ dalam setiap diri guru, pastinya akan dapat menjadi contoh dan ikutan kepada pelajar.
Wallahu a'lam

Senin, 20 September 2021

 Kecerdasan emosional adalah tentang kemampuan untuk memahami dan mengelola emosimu. Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional telah mencapai tingkat pemahaman diri sehubungan dengan pemikiran dan perilaku mereka dan kemudian memutuskan cara terbaik mengatasi setiap situasi. Memiliki kecerdasan emosional dapat membantumu mencapai resolusi yang sukses untuk masalah dan membantu melewati masa-masa yang sulit. Melansir dari laman American Behavioral Clinics, Kamis (26/8/2021) berikut 7 tanda dirimu sudah memiliki kedewasaan emosional.

1. Lebih fleksibel

Terlalu mudah untuk berasumsi bahwa segala sesuatunya akan berjalan sesuai rencana dan orang yang matang secara emosional mampu memikirkan dan menghasilkan rencana lainnya sesuai dengan situasi yang terjadi. Mereka selalu punya solusi dan tak membiarkan kegalalan menggoyahkan mereka.

2. Punya rasa tanggung jawab

Orang yang matang secara emosional mampu mengakui kesalahan dan tidak langsung menyalahkan orang lain. Ini membutuhkan tingkat kejujuran dan penerimaan diri. Jika segala sesuatunya terus berjalan salah, orang yang matang secara emosional akan mencari jawaban ke dalam pikiran dan tindakan tentang apa yang harus diperbaiki.

3. Mengetahui bahwa mereka tidak tahu segalanya

Orang yang matang secara emosional tahu apa yang mereka tidak diketahui dan tidak selalu merasa paling benar. Mereka tidak berdebat hanya untuk menunjukkan dominasi pada yang lain. Mereka terbuka pada segala hal dan siap menerima masukan orang lain bahkan mereka terbuka untuk mempelajari sesuatu yang positif yang dapat memperbaiki keadaan.

Tanda kecerdasan emosional

4. Suka belajar dan melihat peluang

Tanda kecerdasan emosional
Tanda kecerdasan emosional. (Ilustrasi/Copyright shutterstock.com/DeanDrobot)

Orang yang matang secara emosional mencari apa yang dapat dipelajari dari situasi atau peluang apa pun, dan mencari peluang pertumbuhan di dalamnya, bertanya, "Bagaimana saya bisa belajar dan tumbuh dari ini?"

5. Berpikiran terbuka

Orang yang matang secara emosional secara aktif berusaha untuk menginformasikan pendapat mereka sendiri dengan secara aktif mencari sudut pandang orang lain. Mereka tidak merasa terancam oleh ketidaksepakatan. Ini bukan tentang argumen untuk membuktikan siapa yang benar, ini hanya untuk mencari sudut pandang yang berbeda karena mungkin saja mereka membuat kesalahan.

6. Tidak lemah

Tanda kecerdasan emosional
Tanda kecerdasan emosional. (Ilustrasi/Shutterstock.com/Krakenimages.com)

Dalam menghadapi kesal, kemunduran, atau kekecewaan, orang yang matang secara emosional akan mengakui perasaan mereka, mengidentifikasi apa yang dapat dilakukan, dan kemudian memutuskan langkah apa yang harus diambil untuk melanjutkan.

7. Bersikap tenang

Orang yang matang secara emosional memang marah tetapi tidak membiarkan emosi mendikte respons mereka. Mereka bertujuan untuk memiliki pikiran yang jernih dengan tujuan agar rasionalitas mendikte bagaimana menangani situasi secara efektif. Mereka tahu bahwa ketika emosi mengalahkan rasionalitas, kejernihan pikiran menjadi kabur dan dapat membatasi pilihan untuk berurusan secara efektif.

Orang yang matang secara emosional juga memliki tanda lainnya yakni, mereka percaya pada dirinya sendiri, memiliki selera humor yang baik, tidak mudah tersinggung dan tidak merasa lemah saat mengalami kegagalan. Itulah beberapa tanda jika dirimu memiliki kedewasaan emosional, apakah tanda-tanda tersebut sudah ada pada dirimu?

Sabtu, 04 September 2021

Fase usia emas anak

Cara Meningkatkan Kecerdasan Di Fase Usia Emas Anak

1. Pola Asuh

Pola asuh berhubungan pada bagaimana cara membesarkan anak dengan baik. Pola ini juga berkaitan dengan pemberian asupan gizi yang baik, serta kebutuhan tempat tinggal yang layak. Selain itu juga penting untuk memberikan pakaian yang bersih dan nyaman walaupun tidak mesti mahal. Dan yang juga tak kalah penting dalam pola asuh yang baik adalah, menjaga selalu kebutuhan kesehatan anak, karena kesehatan yang baik juga akan mempengaruhi perkembangan kecerdasan anak.

2. Pola Asih

Penerapan pola asih dapat memperkuat pola hubungan antara orang tuanya dengan anak. Hubungan batin yang terjalin dengan kuat, dapat memupuk rasa kash sayang antara orang tua, anak, dan anak dengan sesamanya. Cara yang dapat dilakukan agar terjalin pola asih yang baik adalah dengan memberikan penghargaan, pengalaman baru, kasih sayang, rasa tanggung jawab, kemandirian, dan yang tak kalah penting adalah memberikan pujian.

Seringkali orang tua abai dalam memberikan pujian, bahkan tak sedikit diantaranya membanding bandingkan anaknya dengan anak orang lain. Sehingga membuat anak semakin insecure terhadap dirinya sendiri. Pujilah dan hargailah apa yang dilakukan anak, dengan begitu sang anak akan muncul rasa percaya dirinya dengan baik.

Dengan munculnya kepercayaan diri dari sang anak, maka akan membentuk kecerdasan emosi yang baik pula. Berikan pula keteladanan dan kasih sayang, agar anak selalu merasakan kehangatan sehingga ia dapat mengaplikasikan pula pada orang disekitarnya.

3. Pola Asah

Dan yang tak kalah penting adalah pola asah anak itu sendiri. Pola asah ini adalah kegiatan merawat, dimana tujuannya adalah untuk merangsang potensi dan kemampuan yang dimiliki oleh anak. Hal ini juga dapat pula membuat bakat anak tumbuh berkembang.

Orang tua dapat melakukan pola asah dengan berbagai macam cara sesuai dengan perkembangan zaman yang ada. Banyak sekali metode yang dapat dilakukan, salah satunya adalah dengan menggunakan sarana yang ada.

Fasilitas Mengasah Pola Asah Anak

Adapun fasilitas yang dapat dilakukan untuk mengasah pola asah anak dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dan hal ini dapat dilakukan oleh para Ayah dan Bunda dimanapun berada. Berdasarkan pengalaman yang telah dilakukan oleh sebagian orang tua serta rekomendasi dari ahli psikologi diantaranya adalah.

1. Membacakan Buku Cerita Dongeng Anak

Menurut Friedrich Froebel seorang bapak pendiri gerakan pendidik sejak TK, aktivitas mendongeng adalah metode ideal guna memperkenalkan pendidikan terhadap anak-anak kecil. Selain itu, mendongeng secara lisan juga memiliki kegunaan dalam meningkatkan fokus dan bersosialisasi, mengembangkan kemampuan visualisasi, meningkatkan kemampuan kognitif, meningkatkan keterampilan berpikir kritis, dan memahami budaya lain.